Apa itu Pay Per Click atau PPC?
Ketika bicara strategi pemasaran, ada dua hal yang sering jadi pilihan. Yaitu, strategi organik alias yang gratisan dan iklan alias yang berbayar. PPC atau pay per click adalah salah satu contoh yang berbayar itu.
Konon, PPC adalah resep manjur untuk menyukseskan pemasaran digital.
Apa itu Pay Per Click?
Pay per click atau PPC adalah model marketing di mana pemasang iklan membayar biaya tergantung dari banyaknya pengguna yang mengklik iklan.
Cara kerja pay per click adalah sebagai berikut. Semisal iklanmu diminati banyak orang, semakin banyak juga biaya yang kamu keluarkan. Sebaliknya kalau kurang atau bahkan tidak ada yang tertarik, kamu tidak membayar biaya apapun
Bisa dibilang, alasan banyak orang menyukai iklan PPC adalah karena relatif hemat biayaDi samping itu, iklan-iklan PPC ini bisa kamu temui di banyak platform online. Mulai dari mesin pencari seperti Google dan Bing, sampai dengan media sosial seperti Facebook atau Meta.
Tujuan Pay Per Click
1. Menghemat budget iklan
Kampanye PPC memberimu kendali penuh terkait seberapa banyak duit yang ingin kamu “belanjakan” untuk iklan.
2. Memberikan hasil cepat
Tujuan PPC dipakai biasanya karena ingin mendapatkan hasil cepat. Dibandingkan strategi organik seperti SEO yang butuh waktu bulanan sampai tahunan, PPC memang bisa membuat materi promosimu langsung mentereng di halaman awal hasil pencarian.
Ketika memulai bisnis, kamu tidak cukup hanya membuat website dan berharap perusahaanmu itu langsung muncul di puncak hasil pencarian.
3. Menargetkan konsumen yang spesifik
Dengan PPC pula, kamu bisa menarget calon pelanggan dengan lebih presisi. Sebab, platform-platform penyedia jasa periklanan berbayar telah menyediakan fitur yang lengkap untuk menyasar pengguna dengan karakteristik tertentu.
Mulai dari karakteristik demografis seperti umur, gender, wilayah tempat tinggal, dan minat. Namun, juga bisa sampai dengan karakteristik tingkah laku pembelian sesuai dengan marketing funnel.
4. Meningkatkan konversi
Fungsi PPC lainnya yaitu untuk meningkatkan potensi konversi secara efektif. Mulai dari pengisian formulir pendaftaran, pembelian produk, maupun install aplikasi setelah mengklik tautan iklan, dan sebagainya.
5. Memantau performa iklan
Tujuan pay per click lainnya adalah bisa memantau performa iklan yang kamu pasang. Dengan memasang iklan di “keywords” tertentu, kamu bisa mengira-ngira sebanyak apa orang yang akan mengklik iklanmu.
Setelah iklan terpasang, kamu pun juga bisa mengecek performanya. Mulai dari seberapa banyak orang yang mengklik iklan, dari mana saja mereka, apakah mereka benar-benar terkonversi dan sebagainya.
Contoh Pay Per Click
1. Google Ads
Google Ads yang sebelumnya dikenal sebagai Google AdWords adalah salah satu platform PPC paling komplit saat ini. Ia dimanfaatkan oleh jutaan marketer di seluruh dunia.
Dengan Google Ads, kamu bisa menjalankan jenis “iklan penelusuran” dan “iklan belanja” agar tertampil di hasil pencarian Google, YouTube, Gmail, dan Google Display NetworkUntuk memulai PPC melalui Google, kamu harus menyiapkan akun Google Merchant Center terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa langsung mengakses antarmukanya untuk mengunggah produk secara manual.
2. Facebook Ads
Media sosial juga menawarkan iklan PPC. Tak heran kalau Facebook, yang merupakan medsos terbesar saat ini, tak ingin ketinggalan.Facebook juga mendukung “native ads”, yang mengacu pada konten iklan yang menyatu dengan news feed media sosial. Fitur ini memungkinkanmu untuk mengunggah postingan teks atau konten lain dan kemudian mempromosikannya agar pengguna mampir ke laman milikmu
3. Microsoft Advertising (Bing Ads)
Microsoft Advertising bekerja dengan cara yang mirip dengan Google Ads. Tools yang tersedia di Microsoft Advertising memungkinkanmu untuk membuat iklan Bing yang ditampilkan di mesin pencari Bing, Yahoo, dan AOL.
Seperti Google, pengguna perlu menyiapkan akun sebelum mulai mengunggah produk dan konten iklan PPC mereka ke jaringan Microsoft
4. AdRoll
AdRoll sebenarnya bisa digunakan untuk menampilkan konten di Google Ads maupun Facebook.Nantinya, iklan serupa bisa muncul ketika kamu sedang mengakses laman lain yang menggunakan jaringan AdRoll. PPC ini cocok untuk meningkatkan visibilitas dan memungkinkan peningkatan konversi jualan bisnismu.
Jenis-Jenis Iklan PPC
1. Search Ads
Platform yang paling sering digunakan: Google Ads dan Microsoft AdvertisingCara kerjanya, pengiklan memilih kata kunci dan menentukan budget yang ingin dikeluarkan untuk beriklan di kata kunci tersebut.PPC jenis ini dapat muncul di bagian atas dan bawah halaman hasil pencarian organik. Kamu dapat membedakannya dengan mengecek apakah ada tulisan “ads” atau “iklan” di sampingnya.
2. Display ads
Platform yang paling sering digunakan: Google Ads, Criteo, dan Adroll
Display ads adalah PPC dengan model iklan visual. Ia ibarat papan reklame yang terpasang di lintas laman web
3. Video ads
Platform yang paling sering digunakan: Google Ads, Facebook Ads, TikTok
Iklan video semakin populer untuk digital marketing. Saat ini, 85% bisnis menggunakan video sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.Kelebihan PPC video dibandingkan iklan video organik adalah kamu bisa menampilkan video iklan ke audiens umum yang bahkan tidak mengikuti akunmu.
4. Remarketing ads
Platform yang paling sering digunakan: Google Ads, Criteo, dan Adroll
Remarketing alias pemasaran ulang akan menampilkan iklan kepada orang-orang yang pernah berinteraksi dengan bisnismu. Entah itu lewat website, newsletter, video YouTube, sampai memasukkan produk ke keranjang belanja online.Karena pengguna telah menunjukkan minat pada bisnismu, kampanye remarketing adalah strategi yang sangat menguntungkan. Sebab, kamu tak perlu susah-susah mengenalkan bisnis dan produkmu dari awal.
5. Shopping ads
Platform yang paling sering digunakan: Google Ads dan Microsoft Advertising
PPC ini memungkinkan iklan tampil di mesin pencarian tetapi tampilannya bukan seperti hasil pencarian teks biasa.
Melainkan mirip dengan tampilan e-commerce. Ada foto produk, judulnya, deskripsi, hingga harga. PPC ini sangat cocok jika bisnismu memang bergerak di dunia retail.
6. Social media ads
PPC media sosial akan menampilkan iklan kepada audiens saat mereka mengakses media sosial. Banyak platform sosial menawarkan layanan iklan PPC ini, sebut saja: Facebook, Instagram Ads, Twitter, LinkedIn, Snapchat, Quora, hingga TikTok.
7. Promosi Email
Beberapa platform penyedia email gratis, seperti Yahoo! Mail dan Gmail, biasanya membuka peluang iklan. Namun, Google dengan Gmail-nya lah yang sampai hari ini tergolong sukses menjalankannya.PPC sponsor Gmail memungkinkan bisnis untuk beriklan di Gmail. Dengan bentuk iklan ini, pengguna akan melihat iklan yang sangat mirip dengan email biasa.
Bagaimana Cara Mengoptimalkan Iklan PPC?
1. Tentukan tujuan utama
Kamu perlu menetapkan sasaran spesifik untuk kampanye iklan PPC. Sasaran ini akan menjagamu agar tetap fokus selama proses berlangsung. Ia juga akan membantumu sewaktu mengadakan evaluasi efektivitas kampanye di akhir. Tujuan yang sering dipakai:
Meningkatkan penjualan
Menghasilkan prospek baru
Membangun kesadaran merekDua tujuan pertama cukup mudah untuk diukur. Kamu akan tahu apakah iklannya berhasil atau tidak jika statistiknya menunjukkan peningkatan sesuai harapan.
Sedangkan untuk poin ketiga, hal itu bisa diukur dengan seberapa ramai brand-mu dibicarakan di media sosial. Secara konkret, ini bisa diketahui dengan mengukur “brand mention”, penambahan followers, kunjungan ke website, dan sebagainya.
2. Buat landing page yang sesuai
Landing page merupakan laman situs yang akan terbuka ketika pengguna mengklik iklan PPC yang kamu pasang. Oleh karena itu, buatlah landing page yang representatif dan tidak bikin bingung.Kalau mengharapkan konversi jualan, buatlah halaman transaksi yang jelas. Kalau menargetkan pengumpulan database pelanggan newsletter, buatlah formulir yang tidak terlalu panjang dan merepotkan
3. Pilih jenis PPC yang tepat
Selanjutnya, kamu harus menentukan jenis kampanye PPC yang ingin dijalankan. Jenis iklan yang sebaiknya kamu pilih bergantung pada produk yang kamu jual dan audiens yang ditarget.
Misal kalau kamu menjual produk fashion, jelas PPC model display ads adalah pilihan terbaik. Tapi kalau kamu menjual jasa, search ads saja sudah cukup.
4. Lakukan riset keywords
Agar iklan PPC memiliki performa maksimal, jangan lupa untuk lakukan riset keyword lebih dulu. Setiap iklan PPC yang kamu buat harus diberi kumpulan kata kunci tertentu yang relevan. Kata kunci ini hadir untuk menyesuaikan bahasa yang mungkin digunakan oleh pelanggan dan bisa meningkatkan peluang agar bisnismu gampang ditemukan.
5. Buat copywriting ciamik
Setelah mendapatkan kata kunci yang sesuai, buatlah copywriting yang apik. Biasanya teknik penulisan copywriting akan sangat bergantung pada produk dan target audiens yang kamu sasar.
Untuk membuat copywriting yang baik, langkah paling dasar adalah tempatkan dirimu di posisi pelanggan. Apa tujuan atau masalah yang mereka coba selesaikan? Tulis copy untuk memberikan solusi atas masalah tersebut.
Cara lain seperti AIDA akan menonjolkan hal yang menarik perhatian audiens. Ini bisa diterapkan dengan berbagai cara. Misal menonjolkan banyaknya orang yang memakai produk, khasiat produk menurut statistik, dan hal bombastis lainnya.
6. Perhatikan aset kreatifmu
Untuk memaksimalkan kampanye PPC, kamu harus memastikan bahwa aspek visual yang akan ditampilkan memang sesuai dengan target audiensnya.
Pastikan kualitasnya bagus, nyaman dilihat dan ditonton mata
7. Lakukan evaluasi dan perbaikan
Seperti halnya kampanye marketing lainnya, kamu sebaiknya meluangkan waktu untuk mengevaluasi seberapa baik kinerja iklan PPC-mu. Beruntung, iklan digital akan memberimu data analytics yang lengkap sehingga lebih mudah untuk dibaca dan dinilai seberapa sukses kampanyenya.Platform periklanan seperti Google Ads akan menyediakan dasbor data real-time.
Siap Coba Iklan Pay Per Click?
Iklan PPC adalah cara yang jitu untuk menarik traffic, merengguk prospek, hingga meraih konversi penjualan dalam jangka waktu relatif instan.
Meski mungkin tampak membingungkan di awal, tapi yang terpenting dalam periklanan PPC adalah jangan ragu untuk mengeksplorasinya. Jangan takut untuk terus menguji dan mencoba semua fitur dan macam iklan yang ada.